Kamis, 06 November 2014

Hubungan Eksklusif Yang Berkelanjutan

Injil akan mengubah manusia menjadi “manusia lain” yang sangat berbeda dengan manusia pada umumnya. 

Tetapi inilah kasih karunia itu, dimana kita mendapat kehormatan untuk memiliki hubungan yang eksklusif (luar biasa, intim atau akrab dan khusus) dengan Tuhan. Hubungan yang eksklusif inilah yang disebut sebagai persekutuan dengan Tuhan. Hal ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, sebab siapakah kita ini bisa diperkenan memiliki persekutuan dengan Tuhan semesta alam yang Mahamulia? Umat Perjanjian Lama sebelum zaman anugerah tidak pernah memiliki kesempatan dan kasih karunia yang sangat berharga ini. 

Oleh sebab itu kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Kesempatan untuk memiliki hubungan yang eksklusif ini sangat terbatas. Jika kesempatan ini berlalu maka tidak akan datang kedua kali. Demi hal ini, kita harus rela melepaskan segala sesuatu dan menganggapnya tidak berharga (Flp. 3:7-9). Jadi, kalau ada orang Kristen yang tidak berani melepaskan segala sesuatu demi Tuhan, berarti ia tidak mengerti betapa berharganya kesempatan untuk memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan ini.

Hubungan yang eksklusif ini merupakan persiapan untuk menyongsong kehidupan di balik kematian. Seorang yang memiliki hubungan eksklusif dengan Tuhan di bumi ini akan memiliki hubungan eksklusif di kekekalan nanti, sebab segala sesuatu yang dilakukan manusia di bumi ini dalam hubungan dengan Tuhan akan berlanjut sampai kekekalan. 

Hubungan eksklusif dengan Tuhan inilah harta abadi. 

Seseorang yang memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan sejak atau sementara di dunia ini akan memiliki hubungan yang benar pula di dikekekalan, sebaliknya kalau seseorang tidak memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan sementara di dunia ini maka ia tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan selamanya. 

Ironis sekali, banyak orang tidak memandang hal ini berharga, sehingga lebih mengutamakan yang lain. Padahal, memiliki persekutuan yang eksklusif dengan Tuhan tidak ada ruginya, bahkan ini adalah kasih karunia yang tidak ternilai harganya. 

Banyak orang yang pikirannya telah sesat sehingga mereka lebih mengikat diri dengan berbagai kesenangan hidup. Dalam hal ini Tuhan tidak ditempatkan di tempat yang pantas. 

Orang yang tidak menempatkan Tuhan di tempat yang pantas, ia pun akan ditempatkan Tuhan di tempat yang tidak pantas pula. 

Jika kita menempatkan Tuhan di hati kita, Tuhan juga menempatkan kita di hati-Nya. Amin (truth) Tuhan Yesus Memberkati Shalom.

A RELATIONSHIP WITH GOD  is the most important relationship can have . embrace it Every Day. Terjemahan?: HUBUNGAN DENGAN ALLAH adalah hubungan yang paling penting dapat memiliki. menerimanya Setiap Hari.

Selasa, 04 November 2014

SELALU SETIA SETIAP SAAT (2)

SELALU SETIA SETIAP SAAT  (2)


Baca:  Titus 3:1-14

"...taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik."  Titus 3:1

Seseorang dalam keadaan siap sedia dapat terlihat dari setiap tindakan dan perbuatannya.  Ia bukanlah pemalas tapi orang yang tekun mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya;  tak pernah berhenti mengisi hati dan pikirannya dengan firman Tuhan setiap hari, seperti yang diperbuat Daud:  "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."  (Mazmur 119:97), sebab  "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."  (Mazmur 119:105), sehingga kita tidak akan menyimpang ke kanan atau ke kiri.

     Orang yang siap sedia pasti akan menggunakan waktu dan kesempatan yang ada sebaik mungkin, sebab sadar bahwa  "...akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."  (Yohanes 9:4).  Karenanya ia terus bersemangat dan memiliki roh yang menyala-nyala dalam melayani Tuhan di tengah situasi yang tidak mendukung sekalipun.  Nasihat Paulus kepada Timotius,  "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran."  (2 Timotius 4:2).  Didasari oleh hati yang berbeban terhadap jiwa-jiwa yang belum diselamatkan membuat orang tidak bisa menahan diri untuk selalu bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang lain, entah itu di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kantor, di pabrik dan lain-lain.  Inilah yang kurang disadari bahwa sesungguhnya dunia ini adalah ladang pelayanan bagi orang percaya.

     Orang yang siap sedia pasti memiliki hati yang takut akan Tuhan, sehingga akan berpikir seribu kali untuk berbuat dosa, sebab sadar bahwa  "...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu,"  (Ibrani 2:2-3).  Sehingga tidak mau lagi berkompromi dengan dosa sekecil apa pun.  Dosa membuat hidup seseorang dihantui oleh rasa bersalah, takut, kuatir, gelisah dan tertekan.  Berbeda bila kita memiliki hati yang takut akan Tuhan, artinya kita terus melekat kepada Tuhan, kita akan beroleh kekuatan menghadapi segala perkara karena selalu dalam keadaan siap sedia setiap saat!

Orang yang siap sedia akan mampu berdiri meski berada di tengah badai!

SELALU SETIA SETIAP SAAT (1)



Baca:  Markus 13:33-37

"Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba."  Markus 13:33

Saat berada di taman Getsemani Tuhan Yesus menegur murid-murid-Nya yang sedang tertidur,  "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."  (Matius 26:40-41).  Tuhan Yesus memperingatkan agar di segala situasi jangan sampai kita dikalahkan oleh kedagingan kita sehingga kita enggan beranjak dari comfort zone dan mengabaikan perkara-perkara rohani.

     Di tengah situasi dunia yang kian tidak menentu mau tidak mau kita harus siap menghadapinya.  Belum lagi kecerobohan dan kelengahan sendiri juga dapat mengantarkan kita kepada pencobaan demi pencobaan, seperti tertulis:  "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."  (Yakobus 1:14).  Orang yang berjaga-jaga akan selalu dalam keadaan siap sedia menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dengan hati tenang, sebab ia tahu bahwa,  "...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."  (Yesaya 30:15).  Kita tenang bukan karena kita merasa diri kuat dan mampu, tapi karena kita percaya dan senantiasa mengandalkan Tuhan.  "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."  (Yeremia 17:7-8).

     Saat kita mengandalkan Tuhan, tangan-Nya yang kuat itu akan menopang dan menuntun langkah-langkah kita.  Berbeda sekali dengan orang yang hatinya menjauh dari pada Tuhan, hari-harinya akan diwarnai ketakutan dan kekuatiran, dan ketika masalah datang secara tiba-tiba ia dalam kondisi tidak siap sedia.

Bertekun dalam doa adalah tanda bahwa seseorang dalam 
keadaan yang selalu siap sedia! 

Senin, 03 November 2014

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Bacaan Firma Tuhan: Roma 11: 1-2a + 29-32; Mazmur 67
"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya?" Tidak terselami rencana-rencana Tuhan atas kehidupan manusia, sehingga berita keselamatan Tuhan tersebar ke seluruh bangsa-bangsa. Banyak suku-suku bangsa yang pada akhirnya menerima kasih keselamatan Allah melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Allah merelakan diriNya untuk mendapatkan hinaan dan siksaan supaya kasihNya nyata kepada semua bangsa.

Inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus "Kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka". Umat Israel yang dari dahulu kala telah diberitakan dan dijanjikan kepada nenek moyangnya akan keselamatan dari Allah tidak dapat menerima kebenaran Allah (Rm. 10:3) yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Namun demikian keselamatan tetap terbuka bagi umat Israel melalui kemurahan yang telah diperoleh orang-orang yang bukan Yahudi.

Hendak di tegaskan kepada kita bahwa keselamatan dari Tuhan hanya dapat diperoleh melalui iman bukan karena perbuatan seperti yang dilakukan oleh umat Israel yang berusaha mengenal kebenaran Tuhan mengandalkan pikiran mereka sendiri. Keselamatan dari Allah terbuka bagi semua orang yang menerima dengan iman.

Berkat keselamatan, penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah kepada Abraham telah terbuka bagi seluruh bangsa melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Dengan demikian Yesus menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan hidup bagi dunia (Yoh. 3:16) siapa yang percaya akan diselamatkan, dan siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16).

Nas ini mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang kita peroleh melalui iman kepada Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan dan menganggap bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Namun sebaliknya bahwa harus memiliki konsep berpikir bahwa mereka juga harus melihat dan ikut serta dalam keselamatan dari Kristus. Inilah tanggungjawab iman kita yaitu untuk memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan: "Supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan". 

Ada banyak ladang penginjilan dalam kehidupan kita, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat pekerjaan kita sehari-hari adalah tempat yang akan kita gunakan untuk memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Bagaimana orang lain dapat melihat kasih, kebaikan dan kemurahan Kristus ada dalam perilaku kehidupan kita. 

Sehingga orang yang hidup dalam kemurahan Allah bukan lagi dosa yang dirancang-rancang dalam kehidupannya, namun segala sesuatu yang boleh kita perbuat semuanya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus (ay. 36). Jika orang yang belum mengenal Kristus hanya dapat mencaci dengan perkataan maupun dengan sikap kebencian maka kita akan perlihatkan kasih da kebaikan Allah kepada mereka.

Sehingga keselamatan yang rancangkan oleh Allah bukanlah hanya kepada sekelompok orang atau hanya kepada satu bangsa saja, namun kepada seluruh bangsa akan mendapatkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang Indonesia yang telah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak lepas dari rencana Allah keselamatan Allah. Terlebih dalam memperingati HUT RI ke-69 kita tidak lupa untuk mengsyukuri kemerdekaan yang boleh di raih bangsa Indonesia tidak terlepas dari kemurahan Allah. Bagaimana kita sebagai orang Kristen mengsyukuri dan mengisi kemerdekaan Indonesia? Kita memiliki tugas ilahi yaitu menjadi warga negara yang telah diselamatkan. Kita berbakti kepada bangsa dan negara adalah karena Allah mengasihi Indonesia. 

Sabtu, 01 November 2014

Bukan Pada Seremonial Saja

Banyak orang merasa telah menemukan Tuhan karena telah menjadi orang beragama dengan mengikuti upacara agamanya (seremonial) atau liturgi kebaktian gereja untuk orang Kristen. 

Inilah yang dilakukan hampir oleh semua orang beragama. Bagi mereka ruangan utama atau bahkan dianggap sebagai ruangan satu-satunya untuk berjumpa ialah atau dewa yang disembah adalah di dalam seremonial agamanya. Pemahaman ini telah merusak cara berpikir orang Kristen. Itulah sebabnya liturgi gereja dibuat sekhusyuk-khusyuknya atau sekhidmat mungkin. Pakaian khusus yang dikenakan pemimpin agama, nyanyian-nyanyiannya, bahkan bagi gereja tertentu ada yang membakar semacam pedupaan dan lain sebagainya. 

Semua itu menciptakan suasana yang istimewa. Suasana liturgi gereja yang dikemas sedemikian rupa tersebut menciptakan suasana tertentu yang memberikan pengalaman spiritual yang khusus. Pengalaman tersebut dianggap sebagai pertemuan dengan Tuhan. Tanpa mereka sadari mereka mengesankan bahwa Tuhan bisa dikurung dalam kurungan yang disebut liturgi atau seremonial. 

Kalau hendak menjumpai Tuhan diharuskan datang ke acara kebaktian. Penjelasan ini bukan berarti menentang orang yang datang ke gereja, tetapi harus disadari bahwa pertemuan dengan Tuhan bukan hanya melalui liturgi kebaktian atau seremonial.  Banyak orang Kristen yang merasa sudah puas dengan datang ke gereja, karena sudah merasa menemukan Tuhan. Bagi mereka Tuhan tidak perlu dicari lagi di tempat lain. Hanya di gerejalah secara khusus umat dapat menjumpai dan menemukan Tuhan. 

Liturgi gereja menjadi seperti ritual untuk mengundang atau menghadirkan Tuhan di tengah-tengah umat-Nya. Tanpa adanya liturgi kebaktian, Tuhan tidak atau kurang bisa hadir. Dalam hal ini Tuhan yang Mahahadir dianggap seperti “jalangkung” yang kehadiran-Nya harus diundang dengan ritual tertentu. Jalangkung adalah permainan yang berasal dari Tiongkok yang aslinya adalah Cay Lan Gong. Ini adalah permainan untuk memanggil roh halus memasuki suatu benda atau boneka dari berbagai media. 

Allah yang benar tidaklah demikian. Allah adalah Allah yang Mahahadir. Kehadiran-Nya dimana-mana. Tidak ada sejengkalpun wilayah yang lolos dari kehadiran Tuhan (Mzm. 139:2-8). Ini berarti pertemuan dengan Tuhan harus diadakan setiap hari pada saat-saat khusus. 

Penghayatan akan kehadiran Tuhan harus dilakukan setiap saat di manapun kita berada, bukan hanya di ruangan gereja dalam liturgi. Amin truth Media Tuhan Yesus Memberkati Shalom..


Sabtu, 18 Oktober 2014

Mengerti Kehendak Allah

Shalom 
Selamat Pagi Untuk Semua Rekan di P B.
Selamat Beraktifitas Di Berkati Tuhan.

Kekuatan di jiwaku.. ketenangan batinku..
Ada dalam hadirat-Mu.. ku menyembah-Mu,
Tersungkurku di kaki-Mu.. rasakan hadirat-Mu..
Takkan ku melepaskan-Mu, Kau cahaya bagiku..

MengiringMu seumur hidupku, masuk dalam rencanaMu Bapa,
Pikiranku, kehendakku, kuserahkan pada-Mu,
Harapanku hanya didalamMu, Kukan teguh bersamaMu Tuhan,
Jadikanku bejanaMu untuk memuliakanMu.
Amin Tuhan Yesus Memberkati Sola Grcia.

Kamis, 16 Oktober 2014

Mengubah Manusia

Ketika kita mengerti isi dan maksud keselamatan yang benar sesuai dengan Injil yang Tuhan Yesus ajarkan, maka pelayanan akan terasa begitu berat. 

Pelayanan gereja pada dasarnya berorientasi pada usaha mengubah manusia menjadi manusia lain yang berbeda dengan manusia di sekitarnya. Orang percaya harus membangun suatu masyarakat baru. Masyarakat baru ini walau berada di tempat yang berbeda dengan berbagai kegiatan yang berbeda pula, tetapi mereka memiliki kesamaan cara berpikir dan tujuan hidup. 

Cara berpikirnya adalah cara berpikir anak-anak Allah dan tujuan hidupnya hanyalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. 

Masyarakat baru ini adalah sebuah entitas yang baru dalam kehidupan di bumi. Sebenarnya inilah yang disebut gereja yang tidak kelihatan. Masyarakat baru ini juga dapat disebut sebagai anggota keluarga Kerajaan. Gereja yang tidak kelihatan ini meliputi semua orang yang percaya yang memenuhi kualifikasi sebagai anggota keluarga kerajaan di segala tempat dan di sepanjang zaman. 

Walaupun seseorang berada pada salah satu komunitas denominasi gereja, tetapi belum tentu ia terhisap sebagai anggota masyarakat baru ini. Orang-orang yang terhisap dalam keanggotaan gereja yang kelihatan (secara organisasi) belum tentu termasuk anggota gereja yang tidak kelihatan. Apalagi kalau pimpinan gerejanya sendiri belum termasuk anggota keluarga Kerajaan, maka sebagian besar anggota jemaatnya bukanlah anggota keluarga Kerajaan. 

Hal ini bisa terjadi kalau pimpinan gereja masih mengasihi dunia dan memiliki cara wajar hidup manusia pada umumnya. Dalam hal ini betapa berat pertaruhan seorang pemimpin jemaat. Ia harus terlebih dahulu benar-benar rohani dan menjadi anggota keluarga kerajaan, barulah kemudian pengikut atau jemaatnya mengikuti jejaknya. 

Untuk menjadi anggota keluarga kerajaan seseorang harus memiliki kehidupan yang memenuhi kriteria khusus. Dari Kolose pasal 1 dapat kita peroleh ciri-ciri dari kehidupan orang yang layak menjadi anggota kerajaan. 

Orang yang layak menjadi anggota keluarga kerajaan adalah orang hidup dalam pengharapan sebagai anggota keluarga kerajaan (Kol. 1:4-5). 

Kedua, orang yang melakukan kehendak Allah dengan sempurna terus bertekun di dalamnya (Kol. 1:10-11,21-23). Pada akhirnya orang-orang seperti ini akan menjadi saksi yang benar dan menuntun orang lain menjadi anggota keluarga kerajaan pula. 

(Truth-media) Amin Tuhan Yesus Memberkati Aola Gracia Shalom.